Lagu Halo-Halo Bandung gubahan Ismail Marzuki menjadi dokumentasi penting kemasyhuran kata Bung dalam perbendaharaan bahasa Indonesia. Kita tidak tahu tahun mula kata Bung menyusup ke kamus-kamus, koran, majalah, buku, atau bahkan ucapan orang-orang. Tapi, kita bisa mengajukan kamus lawas susunan Sasrasoeganda, Baoesastra Melajoe-Djawa (1916), sebagai bukti bahwa kata Bung telah berusia lebih dari satu abad. Di halaman 67, Sasrasoeganda menjelaskan kata Bung dalam bahasa Melayu memiliki empat makna dalam bahasa Jawa. Salah satunya, yang kemudian juga diamini Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah makna yang keempat, “abang, kang, kakang, temb. pengoendang [kata sapaan].”