
| Judul Buku Muara: Pertemuan dan Pergolakan | |
| Fotografer Ignasius Satrio Krissuseno dan Naufal Hafidh Rizqullah | |
Penerbit Kawan Pustaha | |
Tahun Terbit 2025 | |
|
Foto-foto dalam buku ini sebetulnya sudah mampu berbicara mengenai kehangatan, keseruan, maupun kekhusukan peserta Temu Aksara yang digagas kolektif Lifepatch, Kawan Pustaha dan lainnya. Foto-foto boleh dinikmati dengan mengabaikan teks. Akan tetapi, sebagai penggemar teks yang bagus, saya meminta teman-teman tim buku ini untuk menyusun teks pendamping. Barangkali teks di buku ini sekadar pelengkap, namun ia bukan “ban serep”. Teks di buku ini berani berdikari.

| Judul Buku Mengarungi Sagara, Menjaring Makna | |
| Penulis Sagaralange Wunga Paramahita, dkk. | |
Penerbit Kawan Pustaha | |
Tahun Terbit 2025 | |
|
Buku seri kedua dari Trilogi Temu Aksara ini berisi catatan reportase dari empat penulis perempuan yang hadir menjadi saksi berlangsungnya acara Temu Aksara (2024) di Rumah Bausasran, Yogyakarta. Setiap agenda, mulai dari kedatangan peserta hingga kepulangan mereka dicatat secara kronologis. Selain itu, para penulis di buku ini juga menggarisbawahi hal-hal penting yang tercetus di Temu Aksara. Buku ini menjadi notulen yang bisa mengingatkan orang-orang atau kolektif yang terlibat maupun pembaca pada umumnya.

| Judul Buku Membasuh Aksara, Mengeja Samudra | |
| Penulis Henry Thomas Simarmata, dkk. | |
Penerbit Kawan Pustaha | |
Tahun Terbit 2025 | |
|
Selain menjadi editor untuk buku ini, saya juga menulis sebuah esai yang berjudul “Melatinkan Aksara Daerah”. Ide esai ini muncul setelah saya membeli Kitab Kamoes Melajoe-Djawa (1914) garapan Mas Sindoepranoto. Kamus yang dicetak oleh N.V. Boedi Oetomo di Soerakarta itu merupakan kamus dwibahasa dan dwiaksara. Kamus sengaja dicetak dalam dwibahasa dan dwiaksara untuk membantu “pemoeda-pemoeda Djawa jang mengoesahakan bahasa Melajoe”. Artinya, saat itu sudah ada usaha untuk melatinkan aksara daerah. Dampak besarnya, saat ini orang Jawa terpaksa harus dibantu aksara latin untuk sekadar mampu membaca aksara Jawa.